Laboratorium kimia membutuhkan sistem ventilasi yang efektif agar terhindar dari berbagai risiko. Sistem ventilasi seperti fume hood menjadi yang cukup krusial untuk pertahanan terhadap paparan gas. Standar desain fume hood untuk laboratorium kimia bisa berupa ducted dan ductless. Sedangkan aturan standarnya bisa dari standar internasional dan lokal terkait kinerja, konstruksi sampai penempatannya.
Baca Juga: Layout Laboratorium Quality Control yang Efisien
Sistem Ventilasi dan Filtrasi yang Efektif
Laboratorium kimia berguna untuk melakukan berbagai eksperimen, riset, kontrol kualitas, edukasi, sampai pengamatan lingkungan. Lab ini menggunakan berbagai bahan kimia baik untuk melakukan pengujian. Oleh karena itu sistem ventilasi dan filtrasi yang efektif sangat penting untuk menjaga keselamatan penggunanya.
Sistem ventilasi dan filtrasi lab kimia terdiri dari ventilasi lokal dan ruang ventilasi umum. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing sistem ventilasi dan filtrasi.
Fume Hood
Sudah tahu apa itu fume hood untuk apa? Fume hood merupakan sistem ventilasi lokal yang berupa area kerja dengan ventilasi yang melindungi pengguna agar tidak menghirup zat berbahaya. Cara kerjanya yaitu dengan kipas pembuangan yang menciptakan tekanan negatif di dalam lemari. Udara akan tertarik ke dalam lalu mengurung gas, uap, serta partikel, mencegahkan lolos ke ruang lab. Ada dua jenis fume hood yaitu ducted (bersaluran) dan ductless (tanpa saluran/berfilter).
Teknologi Filtrasi
Teknologi filtrasi ada pada lemari asam tanpa saluran atau ductless dan kabinet biosafety. Proses filtrasi melalui 3 tahap yaitu:
- Pra-filter: menangkap debu dan partikel besar. Tahapan ini bisa melindungi filter utama.
- Filter utama: karbon aktif akan menyerap gas dan uap secara kimiawi. Ada juga filter HEPA/ULPA untuk menjebak partikel halus.
- Filter pengaman: sebagai cadangan terakhir yang untuk menyaring sisanya.
Ventilasi Ruangan
Ventilasi ruangan di lab kimia merupakan sistem yang penting untuk keselamatan dan keamanan dalam ruangan. Tujuan dari ventilasi ruangan antara lain membuang kontaminan, menyediakan udara segar, dan mengendalikan tekanan ruangan. Ventilasi ini terdiri dari sistem exhaust serta suplai udara.
Standar Ventilasi Ruangan dan Fume Hood
Ventilasi ruangan tersebut perlu pertimbangan desain dan komponen yang sesuai dengan standar. Beberapa komponen utama dari ventilasi ruangan misalnya:
Sistem Exhaust (Pembuangan)
Untuk sistem pembuangan menjadi salah satu bagian utama dalam ventilasi ruangan. Sistem ini melibatkan exhaust fan, saluran udara, dan kadang fume scrubber atau filter karbon aktif.
Sistem Suplai Udara
Pada bagian dari sistem suplai udara ini pastikan kalau udara bersih dari luar bisa masuk ke laboratorium. Volume suplai biasanya 70% dari volume pembuangan. Tujuannya untuk menjaga tekanan negatif.
Integrasi dan Balancing
Desain perlu memperhatikan aliran udara dari area bersih ke area pembuangan. Ini perlu menggunakan material tahan korosi 8dan penempatan diffuser yang tepat sehingga tak mengganggu fume hood.
Efisiensi Energi dan Redundansi
Agar bisa menghemat energi, kecepatan kipas bisa lewat sensor hunian. Kipas dan sumber daya cadangan juga perlu untuk lab dengan risiko yang tinggi.
Ventilasi ruangan di lab kimia tak hanya sekadar pertukaran udara, namun sistem rekayasa yang kompleks. Sistem yang terintegrasi ini bisa menjamin keselamatan dan keamanan personil di dalam lab.
Selain ventilasi ruangan, fume hood menjadi bagian penting lainnya dalam lab kimia. Fume hood untuk apa? Fume hood merupakan lemari asam untuk area kerja berventilasi yang melindungi pengguna dari paparan gas, uap, atau bahan kimia berbahaya. Penggunaan fume hood di lab kimia juga perlu mengikuti standar yang berlaku. Berikut ini beberapa standar desain fume hood untuk lab kimia.
Kecepatan Aliran Udara (Face Velocity)
Standar umum untuk kecepatan aliran udara di bukaan depan lemari yaitu sekitar 0,4-0,6 meter/detik. Di Indonesia, Sertifikat Laik Fungsi untuk lab risiko tinggi mensyaratkan 0,5 m/s.
Konstruksi dan Material
Material lemari asam harus tahan korosi, tak mudah terbakar, dengan pembersihan yang mudah. Material utama yang sesuai yaitu stainless steel tipe 316. Permukaan interior halus, tak berpori, serta tak ada sudut melengkung. Sistem kerja harus ada baffle atau sekat untuk distribusi aliran udara secara merata. Perlu juga penampung tumpahan di bagian dasar lemari.
Instalasi dan Penempatan
Pemasangan lemari asam sebaiknya di area yang menghindari turbulensi dan gangguan suplai udara. Lemari ini tak boleh berada di dekat pintu keluar utama. Goncangan dari orang yang berjalan bisa mengganggu aliran udara. Diffuser AC juga bisa mengganggu kecepatan aliran udara. Jadi sebaiknya tidak memasang diffuser udara yang dekat atau mengarah pada lemari asam.
Pengujian dan Commisioning
Pemasangan lemari asam juga perlu pengujian. Perangkat ini perlu pengujian secara berkala agar bisa memastikan kinerjanya sudah sesuai standar. Sebelum penggunaan, fume hood juga perlu lulus uji ASHRAE 110 oleh vendor terkualifikasi.
Fume hood atau lemari asam bisa terdiri dari beberapa jenis yaitu ducted (dengan saluran) dan ductless (tanpa saluran). Selain itu ada juga VAV atau Variable Air Volume yang memerlukan kontrol lebih kompleks dan mahal. Pilihan yang lebih sederhana yaitu desain Constant Volume (by pass), tapi kurang efisien dalam penggunaan energi.
Perawatan dan Inspeksi Berkala
Sistem ventilasi seperti lemari asam dan ventilasi ruangan membutuhkan perawatan dan inspeksi berkala. Perawatan bisa membuat perangkat bisa lebih tahan lama dan bekerja dengan baik. Prosesnya bisa pembersihan berkala, pelumasan, penggantian filter, dan lain-lain. Berikut cara perawatan dan inspeksi sistem ventilasi laboratorium.
Perawatan dan Inspeksi Berkala untuk Lemari Asam
Frekuensi inspeksi bisa harian, mingguan, sampai tahunan. Pemeriksaan harian bisa oleh staf lab secara visual dengan memverifikasi indikator aliran udara. Sedangkan inspeksi formal tahunan oleh profesional bersertifikat.
Prosedur Pemeliharaan Rutin
Untuk pemeliharaan rutin bisa dengan prosedur berikut:
- Mengganti filter secara berkala pada sistem ventilasi tertentu seperti elecrostatic prescipitators dan cyclones untuk mengumpulkan debu.
- Perawatan rutin semua sistem ventilasi untuk masalah-masalah seperti udara tersumbat, sabuk longgar, pelumasan bantalan, motor bermasalah, dan lain-lain
- Pemeliharaan preventif berupa pembersihan permukaan kerja dan dinding, pengujian laram, dan pemeriksaan fungsi.
Perawatan dan Inspeksi Berkala untuk Ventilasi Ruangan
Sistem ventilasi ruangan perlu inspeksi rutin untuk HVAC yaitu pemanas, ventilasi, dan AC. Lakukan pembersihan dan pelumasan komponen yang bergerak. Periksa dan ganti filter secara teratur sesuai dengan jadwal. Pemeliharaan sistem ventilasi juga termasuk sistem pembungan apakah ada kebocoran, korosi, atau kerusakan. Selain itu perlu pemantauan tekanan antara dalam dan luar gedung lab, khususnya lab dengan tekanan negatif.
Baca Juga: Wastafel Laboratorium
Perawatan dan inspeksi berkala untuk lemari asam dan ventilasi ruangan merupakan aspek penting dalam keselamatan di lab. Adanya pemeliharaan rutin dan berkala bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini. Ini dapat mencegah munculnya risiko yang lebih besar atau berbahaya.
Standar desain fume hood untuk laboratorium kimia perlu sesuai dengan aturan yang ada. Fume hood yang bekerja dengan baik akan membantu pengguna terhindar dari bahaya zat kimia. Selain instalasi yang tepat, pemeliharaan juga akan membantu kinerja ventilasi terus optimal.
