Desain Lab R&D untuk Pabrik dan Manufaktur

Desain lab R&D untuk pabrik dan manufaktur menyesuaikan dengan aktivitas pengembangan produk baru sampai optimasi proses produksi. Furniture yang ada di dalam lab tersebut juga perlu mendukung kebutuhan pengembangan produk manufaktur. Desain layoutnya bisa menggunakan sistem zonasi berbasis alur kerja. Selain layout yang tepat, sistem keamanan dan keselamatan juga menjadi aspek yang cukup penting.

Baca Juga: Jual Eye Washer

Apa Saja yang Ada di Ruangan Laboratorium R&D?

Laboratorium R&D (Research and Development) merupakan lab yang berfungsi untuk fasilitas eksperimen, menciptakan prototipe, serta menguji ide-ide baru untuk pengembangan produk atau teknologi. Pengguna lab ini biasanya perusahaan atau lembaga yang membutuhkan. Personel yang bekerja di dalamnya bisa peneliti, ilmuwan, sampai insinyur dari berbagai bidang.

Di ruangan lab R&D ini ada berbagai furniture dan peralatan yang mendukung. Desain dan jenis peralatannya menyesuaikan dengan apa yang mereka teliti atau kembangkan. Secara umum, berikut beberapa furniture dan peralatan yang ada di Lab R&D.

Meja Kerja Lab

Meja lab memiliki desain dan material yang cocok untuk kebutuhan eksperimen atau penelitian. Materialnya perlu kuat dan tahan terhadap bahan kimia berbahaya. Beberapa jenis meja lab, antara lain.

  • Wall bench: meja lab yang menempel di dinding untuk tempat kerja individu atau tempat peralatan.
  • Island bench: meja jenis ini berada di tengah ruangan sehingga bisa terakses dari semua sisi. Meja ini cocok untuk aktivitas bersama atau kolaborasi.
  • Balance bench: meja timbang ini memiliki permukaan anti getar sehingga cocok untuk tempat menimbang bahan dengan akurat.

Lemari Penyimpanan

Lemari penyimpanan di lab ada beberapa jenis tergantung kegunaan atau isinya. Misalnya lemari tahan api guna menyimpan berbagai bahan yang mudah terbakar. Ada juga lemari tahan asam/korosif yang terbuat dari material khusus sehingga tahan terhadap bahan korosif dan uap asam. Selain itu ada juga gassing station yang merupakan area untuk menyimpan tabung gas.

Sistem Modular dan Fleksibilitas

Riset yang kerap berubah membutuhkan furniture yang juga fleksibel. Sistem modular cocok untuk lab jenis ini misalnya seperti mobile workstation, adjustable shelving, dan service pedestals. Mobile workstation berupa meja beroda yang dapat berpindah dengan lebih mudah menyesuaikan dengan kebutuhan layout proyek baru.

Lab Sink dan Eye Wash Station

Lab R&D juga membutuhkan wastafel khusus yang bisa tahan dari bahan kimia. Wastafel ini berfungsi untuk membuang limbah cair. Bagian lainnya yang biasanya menyatu dengan wastafel yaitu eye wash station.

Peralatan Gelas Dasar

Peralatan gelas lab berfungsi untuk menampung, mencampur, dan mencampur larutan kimia. Beberapa jenis peralatan gelas misalnya beaker, erlenmeyer flask, pipet, dan gelas ukur.

Instrumen Analitik

Peralatan ini berfungsi untuk mengidentifikasi kandungan atau sifat zat. Beberapa peralatan yang termasuk instrumen analitik antara lain mikroskop, spektrofotometer, kromatografi, dan timbangan analitik.

Peralatan Pemrosesan dan Termal

Peralatan ini memiliki fungsi mengubah kondisi fisik sampel atau mempercepat reaksi. Beberapas peralatan jenis ini misalnya inkubator, centrifuge, hot plate & magnetic stirrer, dan autoclave.

Safety and Storage

Tempat untuk keselamatan dan penyimpanan barang juga penting dalam laboratorium. Misalnya fume hood atau lemari asam yang menjadi area kerja berventilasi sehingga aman untuk menangani bahan berbahaya. Selain itu perlu juga kabinet biosafety, kulkas dan freezer, serta tempat untuk alat pelindung diri (APD).

Jadi ruangan lab R&D perlu memiliki furniture dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Desain lab R&D juga perlu mempertimbangkan penempatan furniture dan peralatan tersebut.

Standar Keamanan dalam Lab R&D

Model desain lab R&D untuk pabrik harus sesuai dengan standar.

Lab R&D memiliki tantangan tersendiri karena ada ketidakpastian seperti zat baru, peralatan eksperimental, atau proses yang belum teruji. Jadi standar keamanan di lab tersebut perlu proaktif dan hierarkis. Secara umum, berikut ini standar keamanan dalam lab R&D.

Pengendalian Bahaya

Pengendalian bahaya ini bisa berupa eliminasi bahaya, substitusi bahan berbahaya, dan rekayasa teknis. Rekayasa teknis berupa sistem ventilasi seperti fume hood dan pengaman fisik. Selain itu dari segi administratif perlu ada aturan atau SOP, pelatihan, dan penggunaan label. APD juga perlu lengkap sesuai kebutuhan lab.

Standar Spesifik untuk Risiko R&D

Dalam aktivitas R&D ada berbagai risiko mulai dari risiko kimia, risiko biologi, risiko fisika, sampai risiko ergonomi. Setiap risiko itu bisa tertangani dengan menggunakan peralatan yang tepat. Misalnya untuk menghindari risiko kimia perlu penyimpanan kompatibel, lemari khusus, spill kit, dan fume hood.

Dokumen Sesuai Sistem Manajemen Keselamatan

Ada beberapa standar keselamatan untuk lab R&D misalnya ISO 17025 untuk lab pengujian/kalibrasi. Ada juga ISO 45001 yang penerapannya untuk tingkat organisasi termasuk lab. Berdasar standar tersebut perlu ada beberapa dokumen pendukung seperti SOP, risk assessment, serta lembar data keselamatan bahan.

Budaya Keselamatan

Budaya keselamatan merupakan standar tak tertulis namun bisa sangat membantu keamanan lab. Setiap anggota atau personel di dalam lab bisa menerapkannya. Misalnya inspeksi mandiri, emergency drill, dan safety briefing rutin.

Keselamatan Kerja di Lab Pabrik

Keselamatan kerja di lab pabrik atau manufaktur menekankan pada konsistensi, efisiensi, dan kepatuhan pada prosedur baku. Di pabrik, perlu menyesuaikan dengan volume kerja yang tinggi dan prediksi risiko yang lebih mudah. Berikut ini standar keselamatan di lab pabrik.

Pengendalian Bahaya Proses

Harus ada pemisahan zona berupa penyimpanan, preparasi, pengujian, dan limbah. Lab perlu ventilasi umum dan perlindungan mesin pada peralatan otomatis.

Ergonomi dan Pengurangan Kelelahan

Lab di pabrik sering ada gerakan repetitif sehingga peralatan sebaiknya ergonomis. Lakukan rotasi tugas setiap satu atau dua jam untuk mencegah cedera.

Penanganan Limbah Terintegrasi

Penanganan limbah lab perlu terintegrasi dengan pengolahan limbah pabrik. Namun tak bisa mencampur limbah lab dengan limbah produksi tanpa kajian. Di lab juga perlu ada neutralization tank untuk limbah asam/basa.

Lockout/Tagout untuk Peralatan

Beberapa peralatan seperti furnace, kromatograf, dan spektrofotometer perlu perawatan khusus. Prosedur Lockout/Tagout atau LOTO akan mengisolasi energi listrik, gas, atau tekanan sebelum perbaikan.

Pelabelan dan Pengendalian Akses

Perlu ada akses yang ketat untuk masuk ke dalam lab. Misalnya dengan pembagian zona kuning untuk akses terbatas dan zona merah yang hanya untuk personel terlatih. Perlu juga ada papan peringatan bahaya sesuai standar K3.

Baca Juga: Layout Laboratorium Quality Control yang Efisien

Keselamatan kerja di lab pabrik atau manufaktur bersifat disiplin prosedural. Standar keselamatan ini berfokus untuk mencegah kecelakaan akibat rutinitas, kegagalan peralatan, maupun kelelahan. Penerapan standar keselamatan dan keamanan yang tegas akan mengurangi berbagai risiko yang mungkin terjadi.

Desain lab R&D untuk pabrik dan manufaktur ini harus bisa meminimalkan risiko. Keselamatan menjadi hal utama baru kem0udian fleksibilitas dan efisiensi. Perlu ada zonasi berdasarkan tingkat risiko. Desain lab juga perlu terintegrasi dengan sistem keselamatannya. Riset dan pengembangan sendiri memiliki banyak risiko yang tidak terprediksi. Oleh karena itu standar yang ketat terkait keselamatan menjadi hal yang penting.

Leave a Comment