Meja atau bench menjadi salah satu furniture yang cukup penting di laboratorium. Jenis meja lab bisa bervariasi tapi umumnya harus tahan bahan kimia atau tahan asam. Ada beberapa jenis material meja lab tahan asam untuk industri seperti resin fenolik dan stainless steel. Selain meja ada juga lemari asam untuk sistem ventilasi lab. Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan jenis labnya.
Baca Juga: 5 Kesalahan Umum Saat Membangun Lab Sekolah
Jenis Material Meja Lab Tahan Asam
Furniture lab yang tahan asam atau bahan kimia bisa membantu mendukung keselamatan dan keamanan dalam laboratorium. Meja lab yang tepat tidak hanya akan melindungi lingkungan kerja dari bahan korosif dan berbahaya tapi juga bisa mendukung efisiensi.
Ada beberapa jenis material yang tahan asam dan tahan bahan kimia berbahaya lainnya sehingga cocok untuk furniture lab. Berikut ini beberapa jenis material meja lab tahan asam untuk industri.
Phenolic Resin
Material meja berupa phenolic resin merupakan pilihan yang cukup populer untuk kebutuhan lab karena ketahanannya dari zat kimia. Resin jenis ini bisa tetap bertahan meski terpapar berbagai bahan kimia mulai dari zat asam, basa, dan pelarut. Kelebihan bahan ini antara lain anti korosif, tahan lama, tahan goresan, tahan benturan, tahan lembab, dan tahan panas. Dari segi harga, meja dengan material ini cukup terjangkau daripada jenis lainnya.
Epoxy Resin
Material epoxy resin sangat cocok untuk lab karena memiliki kekuatan dan serbaguna. Beberapa kelebihannya yaitu, tahan berbagai zat kimia, tahan panas, permukaan tak berpori, mudah untuk kustom, dan kuat. Permukaan yang tak berpori membuat lebih mudah untuk membersihkannya. Ini juga mengurangi risiko kontaminasi terutama pada lab yang sering bekerja dengan material sensitif.
Stainless Steel
Bahan stainless steel merupakan pilihan yang klasik dan cukup umum untuk material meja. Jenis stainless steel 304 atau 316 cocok untuk meja lab. Meja dari bahan stainless steel ini bisa tahan korosi, tahan lama, mudah perawatan, dan lebih higienis. Permukaan bahan ini mudah pembersihannya sehingga cocok untuk kebutuhan lab dengan mengurangi risiko kontaminasi. Permukaan yang smooth atau mulus juga bisa lebih mudah dalam merawat kebersihannya.
Polypropylene
Bahan polypropylene cukup ringan dan serbaguna, bisa untuk berbagai aplikasi termasuk meja lab. Kelebihan dari bahan ini yaitu tahan asam/zat kimia, tahan panas, tahan tekanan, tidak konduktif, dan desain ergonomis. Desain untuk meja polypropylene biasanya ergonomis sehingga cocok untuk aktivitas jangka panjang di lab.
Itulah beberapa jenis material meja lab tahan asam untuk industri. Selain jenis meja tersebut ada juga meja lab dari kayu seperti maple wood yang lebih cocok untuk edukasi. Ada juga meja ESD atau Electrostatic Discharge yang bisa mencegah aliran listrik statis.
Perawatan Meja Lab agar Lebih Awet
Meja lab biasanya akan mudah terpapar berbagai zat kimia yang memang penting untuk aktivitas lab. Agar meja tersebut bisa awet atau tahan lama maka perlu merawatnya dengan baik. Berikut ini beberapa tips perawatan meja lab agar lebih awet.
Pembersihan Harian
Meja yang terkena tumpahan bahan kimia sebaiknya segera bersihkan. Pembersihan meja lab perlu menggunakan bahan pembersih yang lembut. Gunakan air hangat, deterjen ringan, atau larutan cuka untuk membersihkan permukaan meja. Alat untuk membersihkannya juga sebaiknya tidak abrasif yang bisa merusak lapisan pelindung. Proses pembersihan meja juga perlu menyesuaikan dengan material permukaan meja tersebut.
Perawatan dan Perlindungan Jangka Panjang
Selain membersihkan meja setiap hari, perlu juga melakukan perawatan untuk jangka panjang. Sebaiknya hindari meletakkan benda panas atau bahan kriogenik langsung pada permukaan meja. Gunakan alas khusus yang tahan bahan kimia di bawahnya. Perawatan meja yang terlihat kusam bisa dengan mengoleskan minyak mineral dengan tipis dan merata. Perawatan lainnya bisa dengan memeriksa bagian yang bergerak seperti engsel dan laci.
Pertimbangan Material Meja
Perawatan meja juga perlu menyesuaikan dengan material dari meja tersebut. Misalnya meja dari material resin epoksi bisa mudah rusak karena bahan abrasif. Perlu menggunakan minyak mineral untuk proses restorasi. Bahan lainnya seperti resin fenolik cenderung sensitif dengan suhu tinggi sehingga sebaiknya menghindari panas langsung.
Meja lab dengan material tahan asam dan bahan kimia lainnya tetap perlu perawatan secara rutin dan berkala. Meskipun kebanyakan meja tersebut dari bahan yang kuat tapi aktivitas di lab juga bisa cukup tinggi. Jadi membersihkan tiap hari setelah aktivitas akan membuat meja bisa lebih awet.
Tips Memilih dan Merawat Lemari Asam Laboratorium
Selain meja, lemari menjadi furniture yang juga penting ada di dalam laboratorium. Di lab, ada jenis lemari asam yang fungsinya tak seperti lemari biasa. Lemari asam atau fume hood merupakan alat ventilasi lokal yang bisa melindungi pengguna dari paparan gas, uap, aerosol, atau partikel berbahaya lainnya. Lemari ini akan menyedot udara yang terkontaminasi zat berbahaya lalu membuang ke luar ruangan.
Tips memilih lemari asam untuk laboratorium, antara lain:
Menyesuaikan Material dengan Jenis Kimia
Setiap jenis laboratorium memiliki aktivitas tertentu dengan penggunaan bahan kimia tertentu. Perlu menyesuaikan apakah material lemari itu sudah kuat dan cocok dengan paparan bahan kimia dalam lab.
Memilih Tipe Ventilasi
Lemari asam ada dua tipe ventilasi yaitu Ducted (dengan saluran) atau Ductless (tanpa saluran). Lemari tanpa saluran cocok untuk bahan kimia berbahaya dalam jumlah besar atau yang sulit menyaringnya. Sedangkan yang tanpa saluran memiliki filter yang menyaring udara sebelum kembali ke ruangan. Lemari Ductless lebih praktis dan portabel.
Menentukan Ukuran Dan Kapasitas
Ukuran dan kapasitas lemari juga perlu sesuai dengan kebutuhan lab. Periksa apakah dimensi dan spesifikasinya sudah cocok dengan kebutuhan lab tersebut.
Memeriksa Keamanan dan Performa
Pastikan bahwa lemari asam tersebut sudah sesuai dengan standar keselamatan. Periksa kecepatan aliran udara, desain, dan fitur tambahan lainnya.
Mempertimbangkan Biaya Operasional
Biaya operasional untuk lemari ini terkait dengan biaya listrik dan biaya filter. Lemari tipe ducted butuh tambahan biaya listrik. Sementara tipe ductless butuh tambahan biaya filter.
Lemari asam juga membutuhkan perawatan harian, bulanan, dan berkala. Perawatan harian bisa dengan memeriksa aliran udara, membersihkan permukaan, menetralisasi tumpahan, dan mengosongkan area. Lemari asam bukan tempat untuk menyimpan bahan kimia atau peralatan, jadi sebaiknya memastikan area kosong setelah aktivitas.
Baca Juga: Layout Laboratorium Quality Control yang Efisien
Perawatan bulanan untuk lemari asam ini bisa dengan inspeksi visual, pembersihan menyeluruh, menguji lampu, dan pelumasan. Sedangkan perawatan berkala biasanya membutuhkan bantuan teknisi. Teknisi nantinya akan mengecek filter untuk lemari khusus ductless, inspeksi bagian lainnya dan kalibrasi aliran udara.
Baik lemari asam maupun meja tahan asam sama-sama menjadi kebutuhan untuk ruangan laboratorium. Sejak awal ada baiknya memilih desain dan material yang sesuai dengan kebutuhan laboratorium. Pemilihan material meja lab tahan asam untuk industri yang tepat akan mendukung keamanan dan keselamatan. Furniture lab ini juga bisa lebih tahan lama dengan perawatan secara rutin dan berkala.
