Furniture laboratorium untuk ruang hematologi dan kimia klinik memiliki peran yang krusial dalam mendukung pemeriksaan hematologi dan kimia klinik tersebut. Tujuannya adalah agar proses analisis berjalan aman, cepat, dan tentu saja akan akurat.
Pada sisi yang lain penempatan benda-benda laboratorium ternyata berpengaruh ke hasil pemeriksaan, tahap mencapai hasil cepat, tepat dan akurat seperti tahapan pra-analitik, analitik, dan pasca analitik. Seluruhnya butuh fasilitas peralatan periksa kimia klinik dan alat-alat untuk pemeriksaan hematologi.
Posisi berbagai bentuk furniture termasuk meja laboratorium kimia salah satu komponen terpenting untuk mendukung proses pemeriksaan darah secara akurat, aman, dan efisien. Furniture laboratorium ternyata menjamin kualitas hasil pemeriksaan hingga keselamatan tenaga kerja. Mengapa demikian?
Baca Juga: Berapa Biaya Jasa Konsultasi Desain Laboratorium?
Furniture Laboratorium untuk Ruang Hematologi dan Kimia Klinik

Beberapa furniture di lab kimia merupakan komponen penting untuk mendukung kelancaran praktikum, penelitian, maupun pengujian di laboratorium. Keberadaan furniture tak hanya sebagai pelengkap ruangan tetapi menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan efisien, di antaranya berikut ini:
Meja Laboratorium Utama
Secara umum meja terbuat dari material kuat dan tahan bahan kimia ataupun panas dan pembersihan mudah sehingga sangat aman untuk berbagai aktivitas laboratorium.
Meja Instrumen Laboratorium
Meja ini meletakkan alat-alat analisis sehingga kokoh dan stabil untuk mengurangi getaran yang dapat mempengaruhi hasil pengujian alat seperti spektrofotometer, mikroskop, centrifuge, timbangan digital.
Cabinet Penyimpanan Bahan Kimia
Berfungsi menyimpan bahan kimia secara aman karena terbuat dari material tahan korosi serta sistem ventilasi dan pengaman untuk mengurangi resiko kebakaran maupun kontaminasi bahan berbahaya.
Lemari Kaca Alat Laboratorium
Lemari kaca alat laboratorium menyimpan peralatan laboratorium seperti gelas ukur, tabung reaksi, dan alat praktikum lainnya agar tetap bersih. Penggunaan kaca untuk melihat isi lemari tanpa harus membuka pintu.
Meja Sink Laboratorium
Meja sink memiliki wastafel dan saluran air untuk pencucian alat atau pembuangan cairan tertentu sehingga tahan air dan tahan bahan kimia dengan demikian tidak mudah rusak akibat cairan laboratorium
Workstation Analis Laboratorium
Workstation analis laboratorium adalah area kerja khusus bagi analis yang mengolah data, mencatat hasil pengujian, dan pengamatan sampel.
Rak Reagen dan Rak Sampel
Adapun untuk rak reagen dan rak sampel digunakan untuk menyimpan botol reagen, larutan kimia, maupun sampel penelitian secara teratur. Rak ini memudahkan identifikasi bahan sekaligus menjaga kerapihan dan keamanan laboratorium.
Furniture Storage Atas dan Bawah
Furniture storage atas dan bawah menyimpan alat, bahan, serta perlengkapan laboratorium agar area kerja tetap rapi dan efisien.
Kursi Laboratorium Ergonomis
Jenis dari kursi ergonomis yang memiliki pengaturan tinggi akan sangat nyaman dan menjaga posisi tubuh selama bekerja di laboratorium. Kursi ini umumnya memiliki material yang tahan terhadap paparan bahan kimia ringan.
Meja Preparasi Sampel
Meja preparasi sampel untuk kegiatan persiapan sampel sebelum pengujian atau analisis dengan permukaan yang tahan bahan kimia, pembersihan mudah, dan cukup luas untuk mendukung proses preparasi secara aman dan efisien.
Baca Juga: Desain Laboratorium QC untuk Industri Makanan dan Minuman
Kebutuhan Meja Laboratorium Kimia
Di dalam lab hematologi fungsi meja laboratorium klinik harus memenuhi aspek kebersihan dan sterilisasi juga menjadi pertimbangan untuk mencegah kontaminasi silang yang mempengaruhi hasil pemeriksaan. Jika melihat pedoman desain tipikal laboratorium kesehatan terdapat beberapa poin syarat mengenai meja laboratorium, dan bisa kami jelaskan selengkapnya berikut ini:
Ketahanan Meja Laboratorium Kimia
Desain meja laboratorium terbuat material kokoh yang tidak mudah menyerap air dan memiliki permukaan rata serta mudah bagi petugas membersihkan. Ketinggian meja sekitar 0,80-1,00 meter agar nyaman untuk penggunaan di ruang periksa. Khusus meja instrumen elektronik perlu konstruksi yang mampu meredam getaran sehingga peralatan dapat bekerja stabil.
Keamanan Pengguna
Kekuatan meja lab harus aman untuk mendukung aktivitas pemeriksaan serta pengujian. Permukaan meja tidak boleh memiliki sudut yang tajam agar dapat mengurangi resiko cedera pada pengunjung atau petugas lab.
Selain itu meja harus menahan beban peralatan dan bahan pemeriksaan tanpa mudah rusak atau berubah bentuk. Pada beberapa jenis laboratorium terutama yang menggunakan bahan kimia tertentu meja harus tahan dari korosif sehingga permukaan tidak cepat rusak.
Kemudahan dalam Perawatannya
Permukaan meja lab terbuat dari material yang mudah terawat dan tidak menyerap cairan. Permukaan licin dan tidak berpori akan memudahkan proses membersihkan serta membantu jaga kebersihan ruang laboratorium. Perawatan yang baik dapat mengurangi resiko kontaminasi silang antara sampel dan alat pemeriksaan.
Kenyamanan ketika Menggunakannya
Secara ukuran meja laboratorium klinik harus tepat kebutuhan pengguna seperti tinggi meja dapat mengurangi rasa lelah petugas ketika pemeriksaan berlangsung lama. Selain itu perlu ruang gerak petugas dan penempatan alat efektif dan efisien.
Ketahanan Bahan Kimia Reaktif
Pada laboratorium tertentu meja harus memiliki daya menahan dan bahan kimia reaktif. Seperti material stainless steel atau pelapis khusus tahan paparan kimia maupun suhu tinggi.
Lemari Asam Laboratorium Klinik
Seperti meja ternyata perlu satu benda lagi yaitu lemari asam laboratorium kimia saat peneliti melakukan proses reaksi dari bahan kimia tertentu. Seperti namanya fungsi lemari asam ini seperti menyimpan kimia berbahaya berupa senyawa asam, basa, hingga pelarut organik. Dengan begitu resiko tumpah atau kontaminasi bisa terminimalkan.
Dalam pemilihan lemari laboratorium, kekuatan dan ketahanan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan karena furniture tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai alat maupun bahan laboratorium. Selain harus kokoh, lemari laboratorium juga perlu menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ruang kerja.
Lemari asam laboratorium kimia sebaiknya menggunakan bahan yang tahan lama dan tidak mudah rusak akibat paparan bahan kimia. Selain lebih awet, material tersebut juga lebih mudah dibersihkan sehingga kebersihan laboratorium dapat tetap terjaga.
Aspek keamanan perlu diperhatikan terutama untuk penyimpanan bahan berbahaya. Lemari yang lengkap dengan sistem pengunci, pintu penutup otomatis, serta tempat penahan tumpahan dapat membantu mengurangi resiko kecelakaan di laboratorium. Sedangkan ukuran dan kapasitas lemari perlu disesuaikan dengan jumlah alat dan bahan yang digunakan. Rak yang dapat diatur posisinya akan memudahkan penyimpanan berbagai jenis perlengkapan laboratorium.
Lemari penyimpanan bahan kimia juga memerlukan sirkulasi udara yang baik agar uap kimia tidak menumpuk di dalam ruang penyimpanan. Beberapa laboratorium membutuhkan lemari yang memiliki roda pada lemari sehingga dapat membantu penataan ruang kerja menjadi lebih fleksibel.
Lemari dengan tambahan laci, rak, sekat, maupun label penyimpanan akan membantu penataan alat menjadi lebih rapi dan mudah mencarinya ketika memerlukannya. Begitu juga lemari laboratorium perlu memenuhi standar keselamatan yang berlaku agar penyimpanan alat dan bahan tetap aman digunakan dalam kegiatan laboratorium.
Baca Juga: Layout Laboratorium Sekolah yang Aman dan Efisien
Pemilihan furniture laboratorium untuk ruang hematologi dan kimia klinik, seperti meja laboratorium kimia dan lemari asam yang tepat akan mendukung kelancaran kegiatan pemeriksaan sekaligus membantu menjaga keselamatan kerja. Sehingga jelas bahwa setiap laboratorium klinik perlu memperhatikan fungsi dan manfaat dari pemilihan serta penempatan desain furniture agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal, aman, dan efisien.