Layout Laboratorium Quality Control yang Efisien

Setiap Jenis Laboratorium Memerlukan Layout Yang Sesuai Dengan Fungsinya. Salah Satu contohnya yaitu lab Quality Control yang berfungsi untuk pengujian kualitas bahan dan produk. Layout laboratorium quality control yang efisien memperhatikan prinsip alur kerja searah. Ini penting untuk mencegah adanya kontaminasi serta efektivitas pergerakan. Layout yang tepat bisa membuat proses QC berjalan lebih efisien serta menjamin keamanan dan keselamatan kerja.

Baca Juga: Nama Alat Alat Laboratorium

Apa itu Quality Control Laboratorium?

 

Laboratorium merupakan ruangan baik tertutup atau terbuka yang berguna untuk tempat penelitian, eksperimen, pelatihan ilmiah, maupun pengukuran. Ada berbagai jenis lab, salah satunya yaitu Quality Control atau QC Laboratorium.

Tempat dari laboratorium itu sendiri merupakan jenis fasilitas yang khusus untuk memeriksa atau melakukan tes pada produk atau bahan mentah untuk meyakinkan bahwa bahan tersebut sesuai kualitas atau standar.

Fungsi utama dari laboratorium ini yaitu untuk melakukan pengujian bahan mentah, memproses sampel, dan produk final. Metode pemeriksaannya menggunakan analisis fisik, kimiawi, dan mikrobiologi. Proses pemeriksaan ini untuk mengukur kualitas berupa ketahanan, keamanan, dan performanya. Lab jenis ini biasanya perlu untuk bidang farmasi, manufaktur, dan produk konsumsi.

Quality control sangat penting bagi berbagai industri karena memastikan produk sesuai dengan standar. Ini juga dapat meminimalkan kecacatan produk ataupun pemborosan. Lab untuk proses pengendalian kualitas ini bisa untuk beberapa jenis proses kerja mulai dari QC internal sampai eksternal.

Jenis-jenis Quality Control yang ada di lab ini antara lain:

Internal Quality Control

Kontrol kualitas internal umumnya setiap hari agar bisa memastikan sistem pengujian berfungsi dengan baik. Petugas akan memeriksa tren atau pergeseran pada grafik kontrol bahan.

External Quality Assessment

Penilaian mutu eksternal berarti berasal dari lembaga luar yang mengirim sampel. Ini biasanya dengan menguji sampel rahasia agar ada pembanding akurasi antara laboratorium. Adanya penilaian eksternal bisa memastikan akurasi lebih tepat dari waktu ke waktu.

Statistic Quality Control

SQC menggunakan metode statistik dan peraturan kontrol untuk proses evaluasi. Ini mengevaluasi jalannya analisis serta deteksi kesalahan sistematis dan juga acak.

Kontrol Pra-Analitik, Analitik, dan Pasca-Analitik

Untuk kontrol pra-analitik terkait pengumpulan, pelabelan, serta penyimpanan sampel. Kontrol analitik terdiri dari kalibrasi instrumen, pemeliharaan, sampai pengujian. Sementara pasca-analitik berupa entri data, verifikasi, dan pelaporan hasilnya.

Pengendalian Dokumentasi dan Prosedur

Proses dokumentasi dan prosedur harus sesuai dengan SOP. Perlu pemeliharaan dokumen terkait perawatan, peralatan, dan pelatihan.

Audit Kualitas/Mutu

Perlu ada audit baik internal maupun eksternal untuk verifikasi pelaksanaan sistem pengujian kualitas tersebut. Proses ini berupa evaluasi sistematis sehingga hasil pengujian bisa sesuai standar dan akurat. Tak hanya soal sistem dan alat, tapi juga kompetensi staf/petugas.

Berdasarkan fungsi dan jenisnya, laboratorium QC tersebut membutuhkan berbagai peralatan dan furniture yang tepat. Selain itu layout laboratorium Quality Control yang efisien juga sangat perlu untuk proses kerjanya. Fungsi layout tersebut antara lain untuk menjamin K3, efisiensi kerja, optimalisasi ruang, fleksibilitas, dan mencegah kontaminasi.

Penempatan Peralatan Lab yang Tepat

Laboratorium QC membutuhkan layout dan penempatan peralatan yang tepat.

Laboratorium QC membutuhkan layout dan penempatan peralatan yang tepat. Layout yang efektif untuk lab Quality Control memperhatikan alur logis dari sampel untuk meminimalkan kontaminasi dan operasional yang efisien.

Secara umum panduan penempatan peralatan lab yang tepat antara lain.

Mengelompokkan Berbasis Stasiun Kerja

Penempatan peralatan perlu di area tempat prosedur yang membutuhkannya. Kelompokkan peralatan yang memang penggunaannya bersamaan misalnya timbangan dengan sendok lab, cawan, serta bahan kimia. Pengelompokan alat berdasarkan stasiun kerja bisa membuat proses menjadi lebih cepat. Beberapa stasiun kerja yang biasanya ada di lab QC antara lain:

Stasiun 1: Penerimaan dan Persiapan Sampel

Peralatannya bisa berupa timbangan analitik, grinder, ultrasonic bath, dan vortex mixer. Aktivitasnya bisa berupa menimbang bahan baku dan menyiapkan larutan uji.

Stasiun 2: Inspeksi Fisik

Aktivitas di stasiun inspeksi fisik yaitu pengecekan fisik mulai dari ketebalan, berat, sampai kelembaban. Peralatanya bisa berupa jangka sorong, timbangan kadar air, mikrometer, dan lainnya.

Stasiun 3: Analisis Kimia Dasar

Di sini tempat untuk menganalisis aspek kimiawi. Ini bisa berupa pengukuran pH, kadar garam, atau kemurnian zat. Peralatannya misanya pH meter, titrator, buret otomatis, dan konduktometer.

Stasiun 4: Spektroskopi

Spektroskopi atau identifikasi zat berupa aktivitas untuk memastikan bahan baku. Prosesnya yaitu membandingkan sampel dengan standar tertentu.

Stasiun 5: Kromatografi

Di stasiun ini petugas memisahkan komponen guna memastikan tak ada kontaminasi dan mengetahui kadar zat aktifnya. Peralatannya bisa berupa High-Performance Liquid Chromatography atau Gas Chromatography.

Stasiun 6: Uji Stabilitas dan Mikrobiologi

Stasiun ini merupakan tempat untuk menguji ketahanan produk dan memastikan tak ada pertumbuhan jamur atau bakteri. Peralatan di sini berupa oven pengering, autoclave, dan inkubator.

Stasiun 7: Dokumentasi dan Validasi

Stasiun dokumentasi tempat untuk memasukan data. Data tersebut untuk menentukan apakah produk tersebut gagal atau lolos sesuai SOP. Peralatan di stasiun dokumentasi dan validasi berupa komputer maupun logbook.

Menyimpan Bahan Kimia dengan Aman

Bahan kimia berbahaya perlu tempat penyimpanan yang khusus dan aman. Pisahkan bahan tersebut berdasar klasifikasinya. Perlu menggunakan tempat atau wadah terisolasi sehingga tidak tercampur dengan yang lain.

Sistem Ventilasi dan Kondisi Lingkungan

Ruangan laboratorium memiliki berbagai peralatan yang sebaiknya tak langsung terkena cahaya matahari. Selain itu perlu sistem ventilasi yang memadai. Ventilasi bisa mendukung kesehatan dan menjaga hasil pengujian.

Aksesibilitas dan Keamanan

Selain berdasar stasiun kerjanya, alat yang sering penggunaannya juga perlu mudah dalam menjangkau. Sementara alat yang jarang penggunaannya bisa di penyimpanan khusus.

Penyimpanan dan Perawatan Rutin

Penyimpanan alat perlu dalam keadaan yang kering dan bersih. Periksa dan lakukan perawatan secara rutin untuk memastikan kondisinya tetap bagus.

Jadi sebuah lab QC standar perlu terbagi dalam beberapa area tertentu berdasarkan alur kerja sampel. Penempatan peralatan sesuai dengan stasiun kerja dan penggunaannya. Selain itu layout laboratorium quality control yang efisien juga memerlukan standar keselamatan dan utilitas.

Standar keselamatan berupa akses darurat seperti aye wash station dan safety shower. Penempatannya perlu terjangkau tanpa hambatan. Sementara itu utilitas seperti sistem listrik dan air juga perlu memadai. Peralatan listrik khususnya yang berat juga perlu jalur listrik khusus.

Baca Juga: 5 Kesalahan Umum Saat Membangun Lab Sekolah

Selain peralatan yang terkait langsung dengan proses Quality Control, lab juga membutuhkan furniture yang mendukung. Pemilihan furniture juga menyesuaikan dengan kebutuhan dan efisiensi alur kerja. Furniture tersebut juga sebaiknya menggunakan material dengan ketahanan kimia. Permukaan kerja atau benchtop biasanya akan sering bersinggungan dengan zat kimia. Pastikan furniture tersebut memiliki permukaan kerja dengan bahan yang kuat misalnya epoxy resin, stainless steel, atau polypropylene.

Layout laboratorium Quality Control yang efisien perlu sesuai dengan fungsi dan standar industri. Penempatan peralatan dalam lab perlu terpisah sesuai dengan alur kerja dan meminimalkan pergerakan. Penting juga untuk memperhatikan penempatan furniture yang sesuai dengan kebutuhan. Perencanaan desain layout yang tepat ini akan membuat alur kerja di laboratorium menjadi lebih efektif dan efisien.

Leave a Comment