Berkiblat dari data Kemendikbud, 72% SMA dan 84% SMK di Indonesia belum memiliki laboratorium IPA. Untuk tingkat SMP bernasib sedikit baik. Sekitar 78% SMP di Indonesia sudah memiliki fasilitas laboratorium, hanya saja sebagian belum memenuhi standar. Selain masalah ketidaktersediaan lahan yang memadai, terkendalanya pembangunan laboratorium sekolah berpangkal dari minimnya budget yang ada.
Baca Juga: Standar Furniture Laboratorium untuk Pabrik Farmasi
Estimasi biaya pembuatan laboratorium sekolah tahun 2026 ini rata-rata bisa mencapai angka 200 juta hingga 1 miliar rupiah. Sebanyak 35% mempersiapkan untuk upah tenaga kerja, sedangkan 65% untuk pembelian material. Banyak-sedikitnya estimasi biaya untuk membangun laboratorium sekolah tergantung oleh beberapa hal, yaitu:
Jenis Laboratorium

Estimasi biaya pembuatan laboratorium sekolah mungkin bisa lebih kecil angkanya jika berupa laboratorium bahasa dan IPS. Tetapi untuk laboratorium komputer kisaran budgetnya lebih tinggi. Sebab, ada sekian puluh unit perangkat keras (komputer dan kelengkapannya) yang mesti turut dipersiapkan untuk mengisi labor.
Ketersediaan Lahan
Membangun laboratorium sudah pasti membutuhkan lahan kosong. Berapa besar biaya yang dibutuhkan tergantung apakah lahan tersebut sudah ada dan siap digarap atau belum. Kalau belum, biaya yang keluar akan lebih besar karena harus beli lahan terlebih dahulu.
Struktur Bangunan
Bagaimana struktur bangunan itu akan berdiri juga menentukan seberapa besar anggarannya. Laboratorium bertingkat maupun yang berdiri di atas bangunan lainnya, akan menelan biaya yang lebih besar. Sebab struktur pondasi dan tiang-tiang rangka yang digunakan harus lebih kokoh agar tidak mudah roboh.
Belum lagi biaya untuk membuat tangganya. Pembangunan laboratorium yang terkesan asal jadi memang lebih murah. Tapi bisa memastikannya standar keamanan dan kenyamanannya rendah.
Jumlah Tenaga Kerja yang Terlibat
Besar-kecilnya biaya pembangunan juga tak terlepas dari seberapa banyak tukang bangunan dalam pengerjaan proyek tersebut. Makin banyak tukang bangunannya, makin banyak pula ongkos yang dikeluarkan. Namun, keunggulannya masa pengerjaannya bisa lebih cepat.
Sebagian sekolah melibatkan konsultan khusus untuk mendapatkan hasil terbaik. Tapi jelas itu membutuhkan biaya lebih banyak lagi ketimbang yang tidak menggunakan konsultan.
Lokasi Sekolah
Biaya pembangunan untuk sekolah-sekolah yang ada di perkotaan umumnya lebih besar daripada sekolah di kabupaten. Ini ada hubungannya dengan perbedaan nilai upah tukang di kota dengan di kampung/desa. Hanya saja, untuk sekolah-sekolah yang di wilayah 3T, biaya pembangunannya pun bisa cukup besar. Sebab banyak material yang harus didatangkan dari kota dan biaya pengangkutannya. Itu mengapa pembangunan sekolah-sekolah di wilayah 3T sangat minim fasilitas.
Rincian Biaya Pembangunan Lab dari Awal Sampai Akhir
Rincian biaya pembangunan lab berguna agar pemanfaatan dana lebih terukur, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya rincian kita juga jadi tahu seberapa besar dana yang harus ada terlebih dahulu dan dana cadangan yang mungkin akan berguna di luar prediksi.
Rincian biaya memperlihatkan apa saja yang kita butuhkan dalam sebuah pembangunan fisik. Untuk pembangunan laboratorium itu sendiri kira-kira rinciannya sebagai berikut:
Biaya Persiapan
Sebelum bangunan ditegakkan, ada yang namanya tahap persiapan. Pada tahap ini mencakup biaya-biaya, seperti:
- Pembersihan lokasi, semisal membabat tanaman liar yang tumbuh meluas selama lahan belum menggunakannya, menebang pohon tua, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mengosongkan lahan.
- Pengukuran dan pemasangan bowplank. Bowplank merupakan papan kayu pembatas di area kontruksi. Papan ini bukan sekadar batas pondasi tapi juga untuk menentukan titik acuan garis tengah dinding dan elevasi lantai.
- Pembuatan papan nama proyek atau pagar pembatas sementara agar hanya orang-orang yang berkepentingan dapat berada di dalamnya selama proses pembangunan berlangsung.
- Pendirian gudang penyimpanan alat pertukangan dan bahan baku, saluran air, dan perlengkapan keselamatan.
- Pemasangan meteran PLN.
Baca Juga: Material Meja Lab Tahan Asam untuk Industri
Pekerjaan Tanah dan Pasir
Apabila lahan sudah siap untuk membangunnya, alokasi biaya berikutnya tertuju untuk:
- Penggalian tanah pondasi.
- Pengurukan tanah.
- Pengurukan pasir.
- Penimbunan dan pemadatan tanah kembali.
Pekerjaan Pemasangan Pondasi dan Beton
Tahap ketiga ini jenis pekerjaannya akan semakin banyak. Alokasi dananya kira-kira meliputi:
Pemasangan pengeras dasar (aanstamping). Aanstamping merupakan penyusunan bebatuan kali atau belah secara rapat tanpa mortar/adukan semen. Tujuannya untuk memadatkan pondasi agar lebih kokoh.
- Pengecoran beton bertulang sloof.
- Pengecoran beton bertulang kolom.
- Pengecoran beton bertulang ring balik.
- Rabat beton tumbuk.
- Pengecoran beton bertulang untuk meja lab.
Pekerjaan Bagian Dinding, Bak Wastafel, dan Plasteran
Ketika pondasi sudah kokoh, tahap pembangunan berlanjut ke pengerjaan dinding dan plasteran. Rincian biayanya meliputi:
- Pemasangan tembok batu bata trassram Trassram merupakan lapisan kedap air agar dinding tidak mudah lembab, rontok, dan berjamur.
- Pemasangan tembok batu bata.
- Pemasangan plaster tembok trassram camp dan beton camp.
- Pemasangan plaster tembok biasa.
- Pengacian semen.
- Pemasangan bak wastafel.
Pekerjaan Finishing Bagian Lantai
Usai tembok berdiri, pembangunan lab dapat dilanjutkan ke tahap pemasangan semen beserta finishingnya dengan rincian alokasinya untuk:
- Pemasangan keramik ukuran 40×40 cm. Ukuran ini anggapannya lebih ideal dan menciptakan kesan lapang pada ruangan ketimbang keramik ukuran lebih kecil.
Pemasangan Jendela dan Pintu
Pada tahap ini, alokasi biayanya tertuju untuk:
- Pembelian kusen pintu dan jendela beserta jasa pemasangannya.
- Pemasangan venti
- Pemasangan teralis jika menggunakan daun jendela terbuka.
- Pemasangan kaca.
Pemasangan Kunci/Pengaman Pintu
Setelah pintu dan jendela telah dipasang pada tempatnya, kita membutuhkan budget untuk pemasangan sistem pengamannya pula, seperti:
- Engsel pintu.
- Engsel jendela.
- Kunci tanam.
- Kait angin jendela.
- Grendel pintu dan jendela.
Pemasangan Kuda-kuda, Rangka Atap, dan Plafon
Bangunan masih berbentuk kubus tanpa atap. Saatnya mengalokasikan dana ke bagian kepala bangunan yang terdiri dari:
- Pemasangan kuda-kuda dan rangka atap.
- Pemasangan gording atap. Gording atap merupakan kayu-kayu yang bersusun horizontal di atas kuda-kuda. Gunanya sebagai penopang atap agar lebih stabil dan kokoh.
- Pemasangan atap.
- Pemasangan nok atap (penutup antara dua sudut atap untuk mencegah terjadinya kebocoran).
- Pemasangan rangka plafon
- Pemasangan plafon triplek
- Pemasangan profil kayu.
- Pemasangan lisplang untuk melindungi tepi atap dan menciptakan estetika yang rapi.
Pengecatan
Dana pembangunan lab juga ditujukan untuk pengecatan badan bangunan luar dalam, pintu, jendela, dan plafon.
Instalasi Kelistrikan
Untuk pemasangan listrik, biayanya untuk:
- Pemasangan titik stop kontak.
- Pemasangan titik lampu.
- Penyediaan lampu.
- Pemasangan saklar tunggal.
- Pemasangan saklar ganda.
Pembelian Perabotan
Beberapa perabotan yang umumnya ada dalam lab sekolah, antara lain:
- Meja dan kursi guru pembimbing.
- Meja dan kursi siswa.
- Meja peraga.
- Lemari display alat peraga.
- Lemari penyimpanan dokumen/berkas.
- Lemari kaca.
- Papan tulis.
- Tirai/gorden.
- Lemari P3K.
- Kotak hydrant.
- Tempat sampah.
Baca Juga: Panduan Mendesain Laboratorium Biologi, Kimia, dan Fisika
Begitulah alokasi dari estimasi biaya pembangunan laboratorium sekolah. Proyek konstruksi ini memang tidak bisa dikatakan kecil. Sebab ruangan yang akan menampung banyak siswa dan kegiatan yang cukup berisiko sebagaimana halnya laboratorium, haruslah membangunnya dengan material yang terjamin kokoh tingkat keamanan tinggi. Semoga estimasi ini dapat memberi gambaran seberapa banyak biaya pembangunan lab dan pengalokasiannya.