Tersedianya laboratorium IPA di sekolah seyogianya bukan sebatas pelengkap fasilitas, tapi juga berfungsi sebagai tempat menghasilkan produk IPA itu sendiri, sikap ilmiah, serta ketajaman berpikir ilmiah. Semua itu dapat terwujud dari segenap praktik ilmiah berbentuk eksperimen-eksperimen di ruang laboratorium IPA.
Baca Juga: Layout Laboratorium Quality Control yang Efisien
Meski sama-sama sebagai ruang belajar, tetapi laboratorium tidaklah sesederhana kelas biasa. Menyangkut luas ruangan, desain, hingga tata letak ada standarnya sendiri. Perihal ruangan laboratorium/lab IPA, Permendiknas menyebutkan ukuran paling idealnya adalah 48 m2, dengan perhitungan daya tampung 20 orang atau rasio 2,4 m2/murid. Ukuran tersebut dianggap ideal untuk mobilitas murid selama di ruangan, bahkan mencakup penempatan furnitur di dalamnya.
Ukuran Standar Lab IPA SMP Apakah Sama dengan Lab SMA?

Laboratorium IPA dapat kita temukan di SMP maupun SMA. Hanya saja, ada sedikit perbedaan antara lab IPA di SMP dengan SMA.
Laboratorium IPA tingkat SMP merupakan lab terpadu. Artinya, satu lab mencakup untuk mata pelajaran biologi, kimia, fisika sekaligus. Karena itu tata letak furniturnya lebih fleksibel menyesuaikan dengan praktik ilmiah seperti apa yang sedang dilakukan di dalamnya.
Sedangkan laboratorium IPA tingkat SMA terbagi atas tiga ruang: biologi, fisika, dan kimia. Pembagian ini dilakukan karena praktik ilmiah tingkat SMA lebih rumit dan spesifik. Sehingga tiap mata pelajaran IPA tersebut membutuhkan ruang khusus yang tidak bercampur dengan mata pelajaran lainnya.
Mengetahui adanya perbedaan antara lab IPA SMP dan SMA, maka timbul pertanyaan apakah ukuran standar lab IPA akan sama dengan SMA?
Jawabannya, “Ya”. Dari segi ukuran, lab IPA mau pun IPS tetap memakai standar yang sama dengan Permendiknas. Jadi tiap ruangan yang berfungsi sebagai laboratorium IPA sekurang-kurangnya berukuran 48 m2 dengan daya tampung 20-30 orang saja.
Adapun penetapan ukuran standar tersebut latar belakangnya oleh beberapa alasan, yakni:
Keamanan dan Keselamatan
Laboratorium IPA termasuk salah satu ruangan berisiko cukup tinggi. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan bisa saja gagal tanpa direncanakan dan berujung pada keselamatan diri. Contohnya, ledakan yang timbul karena reaksi kimia dari percampuran dua bahan yang tidak sesuai prosedur.
Apabila ruangan praktikum terlalu sempit, maka api akan lebih mudah menyambar apapun yang berada di dekatnya sehingga berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar lagi. Selain itu, ruangan yang terlalu sempit membuat proses evakuasi menjadi lebih rumit. Pada skenario terburuk, murid bisa terperangkap di dalam ruangan bersama bahaya karena sempitnya ruang gerak.
Kenyamanan
Di samping alasan keamanan, ukuran ruang laboratorium yang memadai juga dapat memunculkan rasa nyaman saat berada di dalamnya. Seperti yang kita ketahui, ruangan sempit akan terasa lebih panas dan pengap daripada ruangan yang cukup luas. Itu karena volume udara dalam ruangan sempit kecil sehingga panas yang keluar dari tubuh lebih cepat terkumpul di satu titik yang sama.
Siapapun pasti setuju berada di dalam ruangan yang sempit dan gerah bikin tidak betah. Dampaknya akan mempengaruhi konsentrasi siswa selama proses belajar berlangsung.
Menghindari Persebaran Kuman, Bakteri, dan Virus Penyebab Penyakit
Laboratorium menjadi tempat berkumpulnya siswa-siswa melakukan kegiatan praktik secara serentak. Dapat membayangkannya 20-30 orang berada di dalam satu ruangan yang sama dengan tubuh yang bergerak lebih aktif ketimbang belajar di dalam kelas biasa.
Jika ruangan itu sempit, pergerakan pun terbatas. Perpindahan virus, kuman, bakteri menjadi lebih cepat karena sulitnya menjaga jarak antara satu siswa dengan siswa lainnya saat berkegiatan. Tambah pula kelembaban di ruangan yang sempit cenderung lebih tinggi dan menyebabkan bakteri, virus, dan kuman lebih mudah berkembang.
Penempatan Furnitur Memadai
Ukuran laboratorium turut mempengaruhi penempatan furnitur di dalamnya. Bila ruangan laboratorium tidak cukup luas, maka susunan furnitur pun akan bermasalah. Ini bukan cuma membuat ruangan jadi kurang estetik, tapi beberapa furnitur penting menjadi tidak memungkinkan lagi untuk ditempatkan.
Padahal, furnitur di laboratorium IPA juga punya standar ukuran tersendiri. Misal, ukuran standar meja praktik 1,5-2 meter/2-4 orang siswa. Meja sepanjang itu dianggap memadai untuk menaruh alat-alat kerja seperti tabung reaksi, pembakar bunsen, neraca, buku-buku pendukung dan sebagainya.
Begitu juga dengan susunan antar meja yang idealnya berjarak 1,2-1,5 meter. Jarak ini dianggap cukup aman untuk mengantisipasi dampak ledakan kecil atau tumpahan cairan asam mengenai tubuh.
Baca Juga: Material Meja Lab Tahan Asam untuk Industri
Perlengkapan yang harus Tersedia di Laboratorium IPA
Di dalam ruangan berukuran minimal 48 m2 itu, wajib memuat sejumlah perlengkapan yang terdiri atas:
- Kursi sebanyak jumlah siswa plus 1 buah kursi untuk guru pembimbing.
- Meja panjang siswa. Satu meja dapat ditempati untuk 2-4 orang siswa. Juga dengan 1 buah meja guru.
- Meja demonstrasi 1 buah. Meja ini dipergunakan untuk mendemonstrasikan percobaan ilmiah di hadapan siswa lainnya.
- Meja persiapan. Meja persiapan berguna untuk meletakkan peralatan yang akan dipakai untuk demonstra
- Lemari penyimpanan alat-alat kerja.
- Lemari penyimpanan bahan-bahan kimia atau lemari asam. Diutamakan permukaan rak lemari mudah dibersihkan, rata, dan anti korosi.
- Bak cuci atau wastafel. Jumlahnya bisa lebih dari 1 buah.
- Gelas ukur.
- Tabung reaksi.
- Neraca.
- Mistar.
- Jangka sorong.
- Penghitung waktu/stopwatch.
- Massa logam.
- Termometer 100O C.
- Garpu tala.
- Papan spiritus.
- Patung utuh anatomi manusia dengan tinggi 150 cm.
- Model ataupun poster bagian-bagian dari sistem pencernaan manusia.
- Model ataupun poster bagian-bagian dari organ jantung manusia.
- Model ataupun poster sistem peredaran darah manusia.
- Model ataupun poster bagian-bagian organ telinga manusia
- Model ataupun poster bagian-bagian organ mata manusia.
- Model ataupun poster bagian-bagian rongga mulut manusia (susunan gigi, tenggorokan, lidah, dsb).
- Mikroskop monokuler.
- Kaca pembesar.
- Pipet tetes beserta karet.
- Cawan penguapan.
- Kaki tiga.
- Batang pengaduk dan corong untuk membantu proses pencampuran bahan-bahan kimia dan penyaringannya.
- Erlenmeyer atau wadah khusus untuk menampung, mencampur, dan memanaskan bahan kimia cair maupun padat. Terbuat dari bahan borosilikat sehingga tidak retak ketika dipanaskan.
- 1 set papan percobaan rangkaian listrik.
- Papan tulis.
- Botol spray.
- Pakaian atau jubah pelindung (APD) sesuai dengan jumlah siswa.
- Masker hidung dan mulut.
- Kacamata pelindung.
- Sarung tangan.
- Beberapa unit soket listrik.
- Tempat sampah.
- Jam dinding.
- Tabung pemadam kebakaran (APAR).
- Kotak P3K lengkap dengan isinya.
- 1 set alat kebersihan (sapu, serokan, dan alat pel).
- Pendingin ruangan baik itu berbentuk AC atau kipas angin.
Itu sebagian besar perlengkapan yang umumnya ada di laboratorium IPA tiap sekolah. Dengan begitu banyaknya benda yang ada di dalamnya, pantas kiranya ada aturan khusus mengenai standarisasi ukuran lab itu sendiri baik untuk tingkat SMP maupun SMA.
Baca Juga: Desain Lab R&D untuk Pabrik dan Manufaktur
Semoga dari ulasan ini kita jadi tahu bahwa pembangunan laboratorium IPA di sekolah sejatinya tidak sesederhana kelas biasa. Banyak ketentuan yang perlu dipatuhi demi menciptakan kenyamanan serta keselamatan siswa selama melakukan praktikum.