Melihat dari perbedaan fume hood dan biosafety cabinet ini pada kenyataannya cukup sering membingungkan banyak orang. Terutama bagi yang baru berkecimpung di dunia laboratorium. Sekilas keduanya memang terlihat mirip karena sama-sama berbentuk kabinet kerja dengan sistem sirkulasi udara tertentu. Namun, fungsi utama dari kedua alat ini sebenarnya berbeda dan menyesuaikan dengan kebutuhan aktivitas laboratorium masing-masing.
Baca Juga: Furniture Laboratorium untuk Ruang Hematologi dan Kimia Klinik
Kesalahan dalam memilih alat laboratorium dapat berdampak pada keamanan kerja maupun kualitas penelitian. Karena itu, memahami fungsi dan cara kerja setiap perangkat menjadi langkah penting sebelum menentukan penggunaan alat yang tepat. Baik fume hood maupun biosafety cabinet sama-sama memiliki peran besar dalam menjaga keamanan laboratorium, hanya saja area perlindungannya berbeda.
Tidak sedikit orang yang masih bertanya, fume hood untuk apa ya sebenarnya? Pada dasarnya, fume hood ini punya rancangan untuk melindungi pengguna laboratorium dari paparan uap kimia, gas berbahaya, atau partikel yang muncul selama proses eksperimen berlangsung. Sementara itu, biosafety cabinet lebih fokus untuk melindungi sampel biologis, pengguna, dan lingkungan kerja dari risiko kontaminasi mikroorganisme.
Banyak yang Masih Sulit Membedakan Fume Hood dan Biosafety Cabinet
Salah satu penyebab utama kebingungan adalah dari segi tampilan kedua alat yang terlihat hampir serupa. Keduanya yang sama-sama memiliki area kerja tertutup dan dilengkapi sistem filtrasi udara. Padahal, arah aliran udara dan tujuan penggunaannya sangat berbeda.
Pada laboratorium modern, fume hood lebih sering digunakan untuk aktivitas yang berkaitan dengan bahan kimia volatil. Sedangkan biosafety cabinet biasanya digunakan dalam laboratorium mikrobiologi atau penelitian biologis yang membutuhkan kondisi steril.
Jadi mudahnya, perbedaan fume hood dan biosafety cabinet terletak pada fungsi dan sistem perlindungannya. Fume hood berguna untuk mengendalikan paparan uap atau gas kimia agar tidak terhirup pengguna, sedangkan biosafety cabinet berfungsi melindungi sampel biologis, pengguna, dan lingkungan dari kontaminasi mikroorganisme melalui sistem filtrasi udara secara khusus.
Jadi sekarang bagusnya hindari kesalahan pemahaman yang seperti ini karena akan membuat pemilihan alat laboratorium perlu dilakukan dengan lebih teliti. Setiap perangkat memiliki standar penggunaan yang berbeda tergantung jenis pekerjaan yang apa yang akan dilakukannya.
Perbedaan Fume Hood dan Biosafety Cabinet
Dengan tahu apa yang menjadi karakteristik kedua alat ini akan membantu laboratorium bekerja lebih aman dan efisien. Perbedaan utamanya dapat dilihat dari fungsi, sistem udara, hingga jenis material yang ditangani. Anda bisa melihatnya di sini ya untuk jelasnya.
Perbedaan Kalau Melihatnya dari Fungsi Utama
Fume hood digunakan untuk menangani aktivitas yang menghasilkan uap atau gas kimia berbahaya. Alat ini nantinya akan bisa membantu mengalirkan udara tercemar keluar dari ruang kerja sehingga pengguna tidak langsung terpapar zat kimia.
Sementara itu, biosafety cabinet sudah punya rancangan untuk aktivitas biologis yang melibatkan bakteri, virus, atau juga dengan mikroorganisme lainnya. Sistem filtrasi pada biosafety cabinet membantu menjaga area kerja tetap steril sekaligus melindungi lingkungan sekitar dari potensi kontaminasi.
Jenis Perlindungan yang Ada Pada Alat Ini
Perbedaan fume hood dan biosafety cabinet paling mudah mengenalinya adalah dari tujuan perlindungannya. Fume hood fokus pada perlindungan pengguna dari bahan kimia, sedangkan biosafety cabinet memberikan perlindungan terhadap pengguna, sampel, dan lingkungan kerja sekaligus.
Fume hood bisa memberikan perlindungan dengan cara menarik udara dari area kerja menuju sistem pembuangan. Karena itu, alat ini sangat cocok digunakan untuk eksperimen yang menghasilkan asap atau uap kimia berbahaya.
Lain halnya dengan biosafety cabinet yang menggunakan filter HEPA untuk menjaga udara tetap bersih. Sistem ini memungkinkan mikroorganisme tidak menyebar ke luar area kerja.
Baca Juga: Standar Desain Laboratorium Rumah Sakit Sesuai Alur Kerja Medis
Perbedaan perlindungan inilah yang akan membuat pemilihan alat harus disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium. Penggunaan alat yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja maupun kontaminasi penelitian.
Cara Kerja dari Aliran Udaranya
Sistem aliran udara menjadi pembeda paling penting antara kedua alat ini. Pada fume hood, udara dari ruangan akan masuk ke area kerja lalu dibuang keluar melalui sistem ventilasi laboratorium.
Hal inilah yang akan berkaitan langsung dengan prinsip kerja fume hood yang mengandalkan tekanan udara untuk menarik kontaminan keluar dari area kerja. Karena itulah, pemasangan sistem ventilasi yang tepat sangat penting agar performa alat tetap optimal.
Sementara itu, pada biosafety cabinet, udara disaring menggunakan HEPA filter sebelum dialirkan kembali ke area kerja. Sistem ini dapat membantu menjaga kondisi steril dan mengurangi risiko penyebaran mikroorganisme.
Material dan Jenis Pekerjaan Apa Saja yang Bisa Ditanganinya
Fume hood lebih banyak berguna untuk pekerjaan yang berkaitan dengan bahan kimia korosif, pelarut, maupun zat beracun. Oleh sebab itu, material penyusunnya biasanya dirancang tahan terhadap paparan bahan kimia.
Sebaliknya, biosafety cabinet digunakan untuk penelitian biologis seperti kultur bakteri, pengujian mikroorganisme, atau aktivitas laboratorium medis. Area kerjanya dibuat steril agar sampel tetap aman selama proses penelitian berlangsung.
Pertanyaan seperti fume hood untuk apa sebenarnya dapat menjawabnya dengan memahami jenis pekerjaan laboratorium. Kalau saja aktivitas melibatkan uap kimia berbahaya, maka fume hood menjadi pilihan yang lebih tepat.
Standar Penggunaan di Laboratorium
Setiap laboratorium memiliki standar keamanan yang berbeda tergantung jenis penelitian yang dilakukan. Laboratorium kimia biasanya diwajibkan menggunakan fume hood untuk menjaga kualitas udara tetap aman. Sementara itu, laboratorium mikrobiologi lebih membutuhkan biosafety cabinet karena berkaitan dengan penanganan mikroorganisme dan bahan biologis sensitif.
Pahami Fungsi Alat Laboratorium agar Tidak Salah ketika Menggunakannya
Memahami fungsi alat laboratorium dengan tepat menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang kerja yang aman sekaligus mendukung kualitas penelitian yang lebih optimal. Penggunaan dari perangkat seperti fume hood dan biosafety cabinet perlu menyesuaikannya dengan jenis aktivitas laboratorium agar sistem perlindungan dapat bekerja secara maksimal. Selain membantu menjaga keselamatan pengguna, pemilihan alat yang tepat juga berpengaruh terhadap kestabilan kualitas sampel, kebersihan udara, hingga efisiensi proses kerja di laboratorium.
Dengan adanya perencanaan yang matang, laboratorium dapat memiliki sistem kerja yang lebih aman, modern, dan sesuai standar kebutuhan saat ini. Tim kami siap membantu Anda dalam menyediakan solusi laboratorium mulai dari tahap konsultasi, desain, sampai dengan pengadaan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan ruang kerja dan jenis penelitian yang dilakukan.
Setidaknya ini daftar yang bisa Anda pertimbangkan ketika akan membangun lab yang berisikan dengan fume hood dan juga biosafety cabinet:
- Konsultasi pemilihan fume hood dan biosafety cabinet.
- Jasa desain ventilasi laboratorium modern.
- Pengadaan peralatan laboratorium harus yang berkualitas.
- Penataan ruang laboratorium yang jelas amannya dan efisien.
Baca Juga: Berapa Biaya Jasa Konsultasi Desain Laboratorium?
Dengan dukungan peralatan dan sistem laboratorium yang tepat, aktivitas penelitian maupun pengujian dapat berjalan lebih nyaman, aman, dan mendukung produktivitas kerja dalam jangka panjang. Dan yang terpentingnya lagi adalah, semua itu harus dari pihak yang sudah ahli yang membuatnya.
